dear cinta…

mohon maaf baru kali ini saya membalas sepucuk surat yang pernah cinta kirimkan kepada saya. ah… sudah sangat lama saat itu terjadi. entah cinta masih mengingatnya atau sudah lupa. kemungkinan lupa, tapi tidak apa-apa toh saya akan selalu sabar mengingatkan cinta. terima kasih juga atas disertakannya beberapa voucher di dalamnya. maaf saya tidak menggunakan voucher-voucher tersebut, karena memang beberapa sudah habis masanya. tidak penting voucher-voucher itu cintaku, saya tidak terlalu memperdulikannya. saya lebih tertarik akan wangi kertas surat yang cinta berikan. wangi parfum cinta kala itu. ditambah tanda lipstik di akhir tulisan, berwarna merah. ehm… begitu romantis, saya suka…. suka sekali…

saya rindu cinta di sini, sangat rindu… betapa keinginan untuk bertemu cinta terkadang tidak dapat saya tahan, tidak dapat saya bendung. entah mengapa, saya tidak tahu jawabannya. mungkin karena separuh dari hati ini tertinggal bersama cinta di sana, mungkin karena bayang-bayang cinta tidak dapat lepas dari benak saya, mungkin karena….. ah…. lagi-lagi otak saya buntu, pikiran saya hanya ke situ-situ saja. dirimu cintaku… adakah juga perasaan yang sama meliputi cinta? tapi saya yakin, saya percaya akan perasaan cinta, dan saya berterima kasih untuk itu.

semoga cinta baik-baik saja di ibu kota, hati-hati selalu. jangan terlalu keras menghadapi hidup. nikmatilah selalu dan yakinlah saya akan selalu membantu, apapun itu. jangan lupa berdoa, dan mendoakan saya. mohon maaf kalo surat ini tidak saya sertakan dengan voucher, apalagi tanda berupa cap lipstik berwarna merah.

dari yang selalu mencintai cinta

-saya-