dear cinta…
mohon maaf baru kali ini saya membalas sepucuk surat yang pernah cinta kirimkan kepada saya. ah… sudah sangat lama saat itu terjadi. entah cinta masih mengingatnya atau sudah lupa. kemungkinan lupa, tapi tidak apa-apa toh saya akan selalu sabar mengingatkan cinta. terima kasih juga atas disertakannya beberapa voucher di dalamnya. maaf saya tidak menggunakan voucher-voucher tersebut, karena memang beberapa sudah habis masanya. tidak penting voucher-voucher itu cintaku, saya tidak terlalu memperdulikannya. saya lebih tertarik akan wangi kertas surat yang cinta berikan. wangi parfum cinta kala itu. ditambah tanda lipstik di akhir tulisan, berwarna merah. ehm… begitu romantis, saya suka…. suka sekali…
saya rindu cinta di sini, sangat rindu… betapa keinginan untuk bertemu cinta terkadang tidak dapat saya tahan, tidak dapat saya bendung. entah mengapa, saya tidak tahu jawabannya. mungkin karena separuh dari hati ini tertinggal bersama cinta di sana, mungkin karena bayang-bayang cinta tidak dapat lepas dari benak saya, mungkin karena….. ah…. lagi-lagi otak saya buntu, pikiran saya hanya ke situ-situ saja. dirimu cintaku… adakah juga perasaan yang sama meliputi cinta? tapi saya yakin, saya percaya akan perasaan cinta, dan saya berterima kasih untuk itu.
semoga cinta baik-baik saja di ibu kota, hati-hati selalu. jangan terlalu keras menghadapi hidup. nikmatilah selalu dan yakinlah saya akan selalu membantu, apapun itu. jangan lupa berdoa, dan mendoakan saya. mohon maaf kalo surat ini tidak saya sertakan dengan voucher, apalagi tanda berupa cap lipstik berwarna merah.
dari yang selalu mencintai cinta
-saya-






29 comments
Comments feed for this article
1 Juli 2008 pada 9:00 pm
Masciput
aduh mekanik yang lagi jauh sama sang pujaan hati! nggak nyangka ya, mekanik bisa juga romantis
1 Juli 2008 pada 9:33 pm
ilalang
aaahh… cinta… *mabuk*
1 Juli 2008 pada 9:49 pm
theloebizz
dear cinta…..
sampaikan rinduku yg tak bertepi ini utknya ya….
pleasee……
1 Juli 2008 pada 10:29 pm
peyek
nggak khawatir?
banyak cinta diluaran sana yang siap mencintai cinta, hehehehe….
1 Juli 2008 pada 10:54 pm
ekowanz
eh voucher cinta??? *ndak fokus*
2 Juli 2008 pada 8:15 am
azrimazhari
..love is not the one we HOPE to live with, but love is the one we COULDN’T live without..
2 Juli 2008 pada 11:36 am
yusdi
wah maksudnya apa sih? *oon mode on*
nb : saya pindahan neh…maen2 kesini ya
2 Juli 2008 pada 2:16 pm
emyou
bagi vouchernya dong, daripada mubazir *OOT*
2 Juli 2008 pada 2:23 pm
antokoe
ungkapan mekanik tentang cintanya.
2 Juli 2008 pada 7:10 pm
mysepty
heh… surat yg mana siy cin?
ke ge er an bgt ga siy?
hemmm… jgn2 dari yg dulu nie *muka sedih & lebay bgt*
2 Juli 2008 pada 9:36 pm
kishandono
@ masciput, mekanik juga manusia mas.
@ ilalang, minum antimo mbak.
@ theloebizz, akan saya sampaikan. alamatnya mana?
@ peyek, kekhawatiran selalu ada.
@ ekowanz, pilih yang autofokus. lebih mudah.
@ azrimazhari, that’s true. i’m agree.
@ yusdi, rumah barunya bagus.
@ emyou, vocher belanja di atambua. mau?
@ antokoe, hanya salah satu caranya.
@ mysepty, jangan bersedih. apalagi lebay. lebay apaan siy?
2 Juli 2008 pada 10:24 pm
nenyok
salam
Dearest cinta..
Meski segalanya terbatasi jurang maya tapi yakinlah hatiku dan cintaku hanya untukmu…
yang menunggu-aku-
he..he.. sok romantis gw..*duh ditimpuk lagi*
btw salam kenal trims sudah mampir di SENYAWA ya
2 Juli 2008 pada 10:29 pm
Chic
pacaran sama tukang voucher ya?
3 Juli 2008 pada 4:47 am
Andri
untuk cinta…
jangan pernah lupakan kita
saat pernah berasama
saat bahagia.. dan
jangan lupa dan kalau bisa tahun depan jangan voucher donk..
handphone terbaru aja…
wkekekekkeke..
kdding..
3 Juli 2008 pada 9:04 am
achoey
cinta untuk cinta
hidup cinta
3 Juli 2008 pada 10:43 am
laporan
Pak kis, kalau boleh saya tahu, alamat si cinta di mana, nanti saya juga ingin kirim surat.
3 Juli 2008 pada 12:53 pm
rado
waduh pak meknik ini puitis banget yah..
3 Juli 2008 pada 7:17 pm
kishandono
@ nenyok, jurang romantis. dimanakah itu?
@ chic, tukang voucher yang pacaran sama saya.
@ Andri, handphone ditukar laptop saya mau.
@ achoey, hidup!!!
@ laporan, waduh. alamat komplit saya ga apal, pokoknya kos-kosan yang ada pohon jambu di depannya dan ga pernah berbuah. kalo berbuah juga masih kecil dah dimakan codot.
@ rado, ah.. jadi malu.
4 Juli 2008 pada 10:09 am
jingga
hmm…..lg feeling blue ya mas ^^
* sodorin segelas chocofee biar relax *
romantis, jd ikutan mellow deh
salam kenal, thx udah mampir mas
4 Juli 2008 pada 5:29 pm
kucingkeren
mau dong vouchernya……..
5 Juli 2008 pada 8:19 am
nie
kok lama sih baru bales suratku?? udah gak cinta lagi ya?? huhuhuhu..
*lari ke pojok trus nangis disana*
wkwkw..lam kenal yah. romantis banget sih..
6 Juli 2008 pada 7:12 pm
kishandono
@ jingga, feeling so good (perasaan begitu baik)
@ kucingkeren, vouchernya dah habis masa tayang kok.
@ nie, jangan ke pojok. ntar dikira jambangan lho.
9 Juli 2008 pada 4:27 pm
sha
assalamualaikum,
ungkapan cintany mekanik, mekanik bgt ya:) unik:)
10 Juli 2008 pada 5:22 pm
natazya
huhuhuhuh cicintahan… love it
10 Juli 2008 pada 9:06 pm
indri
haadduhh..cinta..cinta deritanya tiada akhir…
tulisan nya so romantic…!
17 Juli 2008 pada 1:34 pm
wi3nd
coo..cweeettsss….:)
cinta ooowww…cintaa…
mekanik hati rinto…mantaafff….hehehe…
18 Juli 2008 pada 10:27 am
wi3nd
tanya sendiri,koreksi sendiri:)
bukan sinto tapi “rinto harahap” bpknya cindy harahap,temennya harapan jaya hallah malah nda nyambung heheheh…..
25 Juli 2008 pada 12:24 pm
SuZhein goBLOG
akyuu,, akyuu,, *tunjuk tangan sama kaki (lho??)*
gw ga mo koreksi koq,, cm mo bilang co cwiiittttttt!!!
21 Oktober 2008 pada 5:15 pm
Sebuah Surat di Siang Hari « Kata-Kata Kaum Kusam
[...] siapakah? Surat kaleng, pada bagian belakang hanya menyebutkan kota asal. Jakarta. Hm… apakah surat cinta dari nyonya tercinta, ataukah surat tagihan utang dari seorang teman? Hati terasa berdebar-debar, [...]