Absolute Poverty 15 Oktober 2008
Posted by kishandono in Umum.Tags: blog action day 2008, kemiskinan, poverty
trackback
Menilik jalan-jalan di ibukota saat lepas tengah malam, di tepian protokol di antara sampah rumah tangga yang tampak sudah melebihi kapasitas. Mereka sekeluarga bekerja mencari sisa-sisa dari para orang kaya. Ya, keluarga dalam arti yang sebenarnya, suami-istri dengan dua anak. Terbersit dalam benak mereka tentang keluarga berencana, sudah diikuti anjuran petinggi negara, tapi entah mengapa kemiskinan tak juga hengkang dari hidup mereka.
Dasar hukum sebuah negara hanya dianggap sebagai impian muluk semata. ‘fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara’ manis terdengar di telinga. ’setiap warga negara berhak mendapatkan penghidupan yang layak’ terlihat sangat mulia. Tapi kenyataan yang terjadi justru sebaliknya.
Relativitas tidak berlaku di sini, absolut. Kemiskinan absolut. Tak pernah terpikirkan anak-anak mereka kelak mau jadi apa, bahkan esok makan apa belum ada di pikiran mereka. Bagi mereka kehidupan adalah hari ini, saat ini. Bersyukur masih diberi hidup, bersyukur tidak dibuat gila karenanya.





sebenarnya masalah ini sudah sering dibahas di media tentang tanggung jawab pemerintah terhadap anak-anak terlantar, cuma kemampuan pemerintah terbatas, so mari kita yg memulainya ….
sungguh mengenaskan, memprihatinkan
sayang Pemerintah kita tak prnh
bertindak serius mengatasi absolute poverty itu
kemiskinan jstru sering dijadikan
komoditi politis jelang Pemilu. Ironis……
kapan negara mau sungguh-sungguh memelihara fakir miskin?
bertemu mereka-mereka adalah keberuntungan tersendiri.. membuat merasa sangat beruntung ditengah segala ketidakberuntungan…
ngenes
Selamat datang di Indonesia negara yang kaya dan makmur, sayang kata2 ini hanya isapan jempol belaka….
bener2 negera ini milik ‘rakyat’ yang diatas ….
sampai kapan ya kemiskinan ini hilang atau musnah..menyedihkan…
ada nilai lebih bang yg aku berikan pada tulisan ini. aku suka. tetap semangat dan salam hangat selalu
setidaknya dengan tulisan2 seperti ini semakin mengingatkan kita buat bersyukur dan tidak lupa untuk selalu berbagi dgn yang lebih membutuhkan
masalah yang tak pernah selesai…
itulah indonesia, bro. penuh kepalsuankah ?
sepertinya yg seperti itu akan bertambah terus,entah kemana matahati orang2 yg katanya melakukan tugas untuk kesejahteraan rakyat
Mungkin ada baiknya kita berpikir seperti burung. Pagi mencari makan sore pulang kekandang dengan perut kenyang. Artinya apa? Hari ini ya hari ini. Besok ya hari esok. Cita2 memang perlu, tapi banyak cita2 juga kadang membuat kita ‘gila’. so kl aku kis berprinsip seperti burung itu. Tak pernah berpikiran besok mau jadi apa dan makan apa *mungkin agak terdengar aneh. tp itulah hidup, sulit utk ditebak kemana arahnya. Hanya Dia yang tau besok mereka, kita jadi apa
selamat beraktivitas kembali kawan
kemana perginya negara ya? padahal Indonesia itukan termasuk welfare state, yang harusnya mempunyai tugas mensejahterakan rakyatnya.
ya mungkin blum saatnya Indonesia sadar akan bangsanya.. mungkin nanti pemerintah akan sadar klo udah di kasih becana..
poverty..poverty, kapan ya indonesia bebas dari kemiskinan??
Sepertinya pesimis jika melihat kondisi seperti ini. Tetapi kita tidak boleh berputus asa kan. Mari kita mulai dengan keluarga terdekat kita yang kurang mampu seperti saudaara kandung, sepupu, dan orang lain jika semua saudara sudah mampu. thanks
jangan kita hanya bertanya kenapa, berbuatlah…
hanya sekedar preambule ajah buat pemerintah..
kenyataannya terabaikan semua..
miris memang,tapi setidakna mari kita berbagi kepada sesama meski tak banyak,setidakna ikhlas..:)
itulah tugas kita sekarang mas.. sudah bukan tugas negara lagi
Pernah saya berpikir kemiskinan itu penyeimbang kehidupan, biar orang kaya melihat ke arah mereka (orang miskin). Kemiskinan itu tak bisa hilang tapi bisa dikurangi.
Kalau saja menghilangkan kemiskinan semudah yang dibayangkan. Indahnya bekerja..
Mempekerjakan 2 orang saja, sudah pusing tujuh keliling, harus mengawasi dengan cermat. Jangan sampai mau cari untung, malah jadi buntung.
Yang miskin bukan cuma 2 orang, tapi lebih dari 2o juta orang, siapa yang sanggup….
saatnya kita juga harus membantu memelihara mereka pak. bukan hanya tugas negara, soalnya negara dah keberatan utang jadi dah ga sempet mikirin rakyatnya yang fakir miskin dan anak2 terlantar.
rp.5000 rupiah sehari diletakan di masjid yang ktia singgahi .. keberatan gak mas?
Yah, pemerintah memang punya kewajiban untuk melindungi rakyatnya. Rakyat itu sendiri ada yang kaya dan ada yang miskin Bahkan Rakyat yang masuk kategori super kaya juga ada … andaikan saja yang kaya mau sedikit berbagi mungkin ceritanya akan lain… peluang beramal di Indonesia tercinta ini amat sangat besar, jangan di sia-siakan… jangan terlalu ngandelin pemerintah.
kata orang besar…yang bisa menolong mereka dari kemiskinan absolut adalah mereka sendiri…kita hanya bisa mensupport saja….
jangan bebankan pada pemerintah saja, ngga akan sanggup. ini tenggung jawab kita bersama. kalau toh banyak yang masih belum peduli, at least ayo, kita sendiri berbuat sesuatu…
makanya nih… ntar pas mau milih pemimpin, pilihalah yang tepat
Apa yang bisa kita lakukan, walau itu kecil dan sederhana… lakukanlah semampunya untuk membantu mereka.. bukan untuk dikasihani.. ya toh… Burung di udara pun dipelihara oleh penciptanya.. tidak pernah menanam tetapi dia bisa makan tiap hari…
Apa boleh buat: ini dunia, bukan surga.
Mesti ada sesuatu yang dilakukan secara kongkrit!
masih banyak PR yang harus kita lakukan untuk bangsa ini…
Benar-benar seperti Pilihan Yang Bukan Pilihan ….
dibilang orang kaya karena dibelakang adanya ada orang miskin
http://www.asephd.co.cc
Ayo mulai dr yg kecil.. Bantu mereka lwt http://www.freerice.com
Mungkin lebih tepat kalau disebut ini sebagai tanggungjawab kita. Negara itu proyek kita bersama, bukan proyeknya pemerintah.