‘lo masih bisa mencintai walau bukan sebagai pacar kok kis. cinta itu flexible, keegoisan manusia aja yang kadang meracuni’
Pernyataan yang luar biasa tentang cinta, dari seorang kawan yang saya kenal suka nyela, bercanda, dan hal-hal tidak serius lainnya.
Membuat saya berfikir, cara saya mencintai seseorang ternyata telah salah. Ada pamrih di antara cinta yang saya berikan, ingin dicintai… Masih ada syarat yang saya inginkan, memiliki… Tanpa sadar egoisme berperan dan menggerogoti kemurnian cinta ini.
Mencintai seseorang mungkin bisa diibaratkan dengan memelihara burung pipit kecil dalam genggaman, kau pelihara tanpa kau harapkan imbalan, kau pelihara hanya karena kau ingin, hanya karena kau suka, hanya karena kau cinta. Dengan hati-hati kau genggam, menjaganya agar tidak jatuh. tidak menggenggamnya dengan erat, karena akan ada yang tersakiti jika itu terjadi.
Pada akhirnya terserah sang pipit akan bagaimana, jika nyaman tentu ia akan menetap. Jika tidak, tentu saja ia akan terbang. Dan kau hanya bisa tersenyum melihatnya, bahkan jika ia meninggalkan kotoran dalam genggaman. Tersenyum karena keyakinan ia akan bahagia di sana.
Mencintai tanpa pamrih, tanpa syarat, tanpa imbalan…
Mungkin sudah kutemukan cinta sejatiku.






47 comments
Comments feed for this article
29 Oktober 2008 pada 7:55 am
Pandu
benar…mencintai ya mencintai saja…
berani mencintai, berani patah hati
29 Oktober 2008 pada 8:02 am
gbaiquni
hmm… sedang belajar dari tulisan pemilik blog….
hmm… gitu yah…?
oke…!
29 Oktober 2008 pada 9:04 am
septy
Karena cinta adalah cinta, yang tersenyum saat orang yang dicintainya bahagia
” Aku mencintaimu, dengan sederhana, seperti kata yang tak sempat, diucapkan awan, kepada angin, yang menjadikannya tiada.
Aku mencintaimu, dengan sederhana, seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu, kepada api, yang menjadikannya abu…”
29 Oktober 2008 pada 10:14 am
Pandu
@septy
ak tau lagu/puisi itu…bagus yach…
29 Oktober 2008 pada 10:15 am
hedy
cinta memang tiada habisnya dibahas
29 Oktober 2008 pada 1:02 pm
aprikot
sulit! i have been there
29 Oktober 2008 pada 4:22 pm
th3sea
sedihhhhh hiks…
29 Oktober 2008 pada 4:39 pm
namada
memang..pada dasarnya manusia HANYA ingin dicintai
29 Oktober 2008 pada 9:26 pm
latree
berat ya kis……
29 Oktober 2008 pada 10:15 pm
handoko
wah bagus tuh perasaan yg tulus, untuk melengkapi coba baca di blog gw yg sahabat or cari tulusannya khalil gibran…..
30 Oktober 2008 pada 6:14 am
Yogi
Selamat buat yang sudah menemukan cinta sejati
Semangat buat yang masih mencari cinta sejati
30 Oktober 2008 pada 10:49 am
Indah Sitepu
patah hati atau jatuh cinta nihh??
30 Oktober 2008 pada 11:36 am
wi3nd
alhamdulilah jika suda bertemu d9 cinta sejat1nya k!sh..:)
seyo9yanya sepert! !tuLah mencinta!,taNpa paMr!h,tUlus& apa aDanya,tanpa sYaRaT..karna c!nta taK butuh syaRat..
30 Oktober 2008 pada 2:05 pm
easy
cinta sejati itu yang seperti apa ?
jujur, hingga detik ini, orang yang saya cintai, ingin juga saya miliki..
rasanya akan berat dan sakit jika melihatnya bersama orang lain
30 Oktober 2008 pada 3:31 pm
audy
unconditional love…
30 Oktober 2008 pada 4:47 pm
angga
mencintai seperti menggenggam pasir, semakin erat kita menggenggam semakin banyak pasir yang lepas…
30 Oktober 2008 pada 4:53 pm
qizink
Ah,,,, aku sedang ingin bercinta!
30 Oktober 2008 pada 6:06 pm
budi
Cinta susah di tebak
30 Oktober 2008 pada 6:07 pm
Cabe Rawit
Difutuskan memang menyakitkan… *direbus*
30 Oktober 2008 pada 7:33 pm
salikha
merawat ‘cinta’ sejati lebih sulit dari menemukannya……perlu kesabaran dan komitment tuch, selamat berjuang mas!….:)
30 Oktober 2008 pada 7:39 pm
Artha
Cinta sejati tidak akan menyakiti dan tidak mengharapkan sebuah balasan dari apa yang telah diberi
30 Oktober 2008 pada 8:23 pm
goenoeng
bener, bro…mencintai ! ya udah itu saja….
karena kalo ada pamrih, ketika kau disakiti…cintamu akan berkurang, dan bisa hilang…plas…babai… !
tapi ketika cintamu tanpa pamrih…sesakit apapun kau disakiti, ia tetap ada…
31 Oktober 2008 pada 8:51 am
Rindu
sudah ketemu belum cinta sejatinya? … kalo belum, ada formulis yang bisa saya isi
*ditendang*
31 Oktober 2008 pada 8:54 am
cahayadihati
Mencintai tak kenal pamrih dan syarat….
selamat sudah menemukan cinta sejatinya
31 Oktober 2008 pada 9:43 am
Chic
dan bukan lah cinta, bila tidak sepenuh hatiiii…
itu sih katanya Ario Wahab.. hihihihi
31 Oktober 2008 pada 10:15 am
duniafannie
+manggut-manggut+
31 Oktober 2008 pada 3:21 pm
afwan auliyar
senantiasa berusaha pak ….
cinta kepdaNya juga harus dgn ihklas
31 Oktober 2008 pada 7:29 pm
khay
saya mencintai orang tua saya tanpa pernah ingin memiliki. Karena tanpa keinginan itupun, dia sudah mejadi hak milik saya
Topik apa ini bro? *kurang nyambung*
Mencintai seseorang itu ibarat duduk dikursi kepelatihan sebuah klub sepak bola. Bila kita sukses mengantarkan klub itu meraih target2 yang telah ditetapkan sebelumnya, maka kita akan menetap disana, tp bila sebaliknya, kita harus siap2 angkat koper dari sana
*Ini malah ngawur lagi– *
Embuh akh bro… Aku hanya ingin mencintai seseorang utk aku miliki, bila kemungkinan utk itu tak ada, maka aku akan segera lari tunggang langgang dan mencari yang lain *semboyan PB cap gayung*
Heppi weken kawan
31 Oktober 2008 pada 10:05 pm
humorbendol
Busyet…Cinta Sejati??
Masih ada gak ya??
Minta dong…..
31 Oktober 2008 pada 10:29 pm
nina
cinta memang tidak bisa diprediksi
cinta sejati selalu dihati
cinta pergi patah hati “cari lagi”
1 November 2008 pada 1:50 am
yulism
Pengibaratan cinta yang sejati dengan memelihara burung pipit sangat menarik sekali mas Kis. Kalimat yang sangat dalam untuk menjadi bahan pencernaan otak dan kontemplasi diri.
1 November 2008 pada 9:59 am
ario saja
waduh, baru sadar mas… setelah baca blog sampean, memang cinta tanpa pamrih adalah cinta sejati !!!
1 November 2008 pada 4:28 pm
Abeeayang™
ngalir ajah….
tanpa pamrih
ada sebuah nasihat buat para pecinta…..
inih bukan hanyah untuk pecinta pada seorang manusia tapi pada bentuk apapun
1 November 2008 pada 7:15 pm
Sassie Kirana
Buat sie cinta ibu adalah cinta yang paling sejati dimuka bumi..
Salam kenal ya ^^v
1 November 2008 pada 9:53 pm
adi isa
dalam ilmu agama cinta sejati yang tanpa pamrih itu disebut ikhlas…
2 November 2008 pada 11:34 am
yati
berat!
saya mencintai karena pengen dia juga berlaku sama…
2 November 2008 pada 3:24 pm
Nenad Mohamed
Ikutan komen ah..
..kalimat itu hanya sedikit dukungan buat siapa saja yang baru patah hati karena ditolak ’si pujaan hati’
Kalo kita berhak mencintai seseorang,maka orang itu berhak pula untuk tidak menerima cinta kita
2 November 2008 pada 5:28 pm
aya
it’s hard when we realize that we cannot have someone we hold on right now. but love is giving, not wanting. so give your love sincerely and just let it be. I know how it feels.
2 November 2008 pada 5:33 pm
FaNZ
Love will find u if u try
heuehue
2 November 2008 pada 6:17 pm
potong rambut
Cinta sejati..?? ga akan ada habisnya klo d bahas..
tiap orang akan punya pendapat n’ definisi sendiri ttg cinta sejati..
dirasain aj..
2 November 2008 pada 6:38 pm
denokdebloeng
wah..susah mas kl harus gt..berarti denok kurang ikhlas ya dlm mencintai??bukannya gt..tapi cinta itu akan semakin kuat dan indah jika sama2 saling mencintai..ya kan?
tp kembali lagii, cinta sejati adalah cinta ilahi kepada hambanya, ato ibu kepada anak2nya..tull gak?
slm kenal yah..tx kunjungannya..
18 November 2008 pada 8:30 pm
janu
Mgkn aku merasakan dilema yg seperti kamu rasain bro..Fiyuh..
19 November 2008 pada 4:34 pm
aureliaclaresta
setuju….
mencintai itu nggak boleh pamrih…
dan masing-masing manusia harus belajar itu
9 Januari 2009 pada 9:33 pm
uchox
cinta sejati adalah dimana kita rela memberi keperawanan/keperjakaan kita sama kekasih kita,biar kita tau sampai sejauh mana kekuatan cinta kita ma si dia BENAR GAK kalo benar yang untug cowaoknya
21 Maret 2009 pada 10:11 pm
Irna plttae
Cinta ibarat mata dan tangan apabila mata menangis tanganpun ikut menangis begitupun sebalikx pabila tangan terluka matapun ikut menangis dan merasakan sakit,cinta tidak mengharap tapi memberi dengan ihklas emang cinta kalau dibahas tdk ada habisx segitu aja deh lain kali di sambung
25 Maret 2009 pada 10:12 am
Irna plttae
Cinta tdk harus saling memiliki,cinta memerlukan pengorbanan tp jngn jadi korban karena cinta,cinta itu perasaan dari dlm bukan untuk di.Paksakan karna akan berakibat buruk bagi yg menjalaninya semoga ngerti yah
15 September 2009 pada 8:19 am
Hendy hidayat
Cinta itu hanya kiasan anak muda jaman sekarang,perpaduan antara kasih sayang dan napsu…