Jarak kita terlalu jauh. Jurang kita terlalu lebar dan teramat dalam. Hanya untuk mendapatkan kupasan mangga dari tanganmu saja harus kutahan berminggu-minggu. Untuk mendengar suaramu harus ku rogoh kocekku lebih dalam. Melihat wajahmu, ku rogoh lebih dalam lagi, itupun hanya separuh, tidak utuh, gerakan lambat, patah-patah. Apalagi untuk menemuimu, perjuangan keras kulalui, capek, lelah dan kantuk yang langsung hilang seketika, raib tak berbekas kala sanggup ku genggam tanganmu, saat kupeluk dirimu dan kukecup keningmu. Walau hanya sesaat, hanya beberapa waktu menunggu keterlambatan pesawat. Perjuangan, pengorbanan, mungkin kecil bagi dirimu, tapi jelas terukir dalam benakku. Tangerang, setahun yang lalu, mungkin lebih. Menanti dirimu, berteman debu dan kuli pasir. Lalu lalang kendaraan besar-besar, entah berapa lama ku menunggu, berapa ratus kendaraan lewat di depanku. Entah mengapa, betapa otakku merekam tiap detail kejadian itu, saat ibu pondokanmu menegurku yang menunggumu di teras depan. Aku langsung pulang. Menyesalkah? Rasa kesal mungkin ada, gondok, sakit hati, tapi bukan penyesalan. Karena ku tahu, itu resikonya. Tetap tersenyum sesampaiku di rumah, ku hubungi telepon genggammu, ‘kis baik-baik saja.’ Ya, tetap tersenyum…
Sedang Baca

Komentar Terkini
Catatan Seorang Mekanik
- Penghitungan Umur Gas Turbin 29 Januari 2009
- Pemeliharaan Gas Turbine Generator 5 Januari 2009
- Sejarah Pompa 5 Desember 2008
- hotspot, wifi dan penyedia antenanya 9 Nopember 2008
Pandangan Sempit
- Digigit NyamukKira-kira karena apa, lom mandi, bau asem, nyamuknya cewek, atau nyamuknya gawul? (oops!!)
DagDigDug
Teman Bermain
Yang Tersasar
- 9,759 pukulan





36 comments
Comments feed for this article
14 Nopember 2008 pada 4:53 am
taliguci
TS..
tetap semangat
14 Nopember 2008 pada 8:19 am
septy
thank you so much cin…
for all you have done…
14 Nopember 2008 pada 9:17 am
itikkecil
LDR memang butuh banyak pengorbanan….
14 Nopember 2008 pada 12:18 pm
nico kurnianto
wih keren ceritanya… mang masnya dari mana to? dari tangerang juga?
14 Nopember 2008 pada 12:25 pm
namada
waduh..dalem amat ini ceritanya..
14 Nopember 2008 pada 1:28 pm
gbaiquni
waduh…? bingung aku mbacanya…!
tapi setuju KIS…!
[senyum]
14 Nopember 2008 pada 1:40 pm
wi3nd
so keeP sm!Le kisH..:)
sem09a perjuan9anmu tak sia2…
[ooT]
mie ayamna enak..hmmm.mmm..yummyyyy..da9in9na ayam beneran mantabbb..!! hehe
14 Nopember 2008 pada 7:03 pm
Indah Sitepu
ya tetep senyum aja Kis
walaupun daku kurang2 ngerti hehehhehehe
14 Nopember 2008 pada 8:15 pm
genthokelir
wah jian dalem tuh paparanya
hem yah emang pengorbanan sangat beharga di akhirnya
sukses selalu mas dan jangan pernah lelah
14 Nopember 2008 pada 9:08 pm
nina
cinta dan pengorbanan ,cinta memang perlu pengorbanan
15 Nopember 2008 pada 6:51 pm
mohammad yusuf
tetap semangat dan tebarkan senyum
15 Nopember 2008 pada 7:14 pm
Pandu
waaaa…….sungguh-sungguh pecinta sejati ni……..
15 Nopember 2008 pada 7:57 pm
Rita
Ada yang bisa kubantu?.. i’m sorry to hear that….btw. Tetep semangat….
15 Nopember 2008 pada 8:51 pm
budi tarihoran
senyum adalah ibadah
15 Nopember 2008 pada 10:47 pm
goenoeng
pengorbanan ? untuk cinta ?
kayaknya nggak ada deh, kata pengorbanan untuk yg dicintai. yg ada adalah ikhlas, bukan pengorbanan. karena kata pengorbanan seolah yg melakukan kok pamrih, nggak ikhlas gitu kesannya.
hehe….forget it….itu menurut versiku saja kok boss…
16 Nopember 2008 pada 10:09 am
emfajar
wah dalem nih,, semoga pengorbanannya tidak sia2 dan terus semangat
16 Nopember 2008 pada 12:16 pm
handoko
maju terus pantang mundur, semua kebaikan pasti ada balasannya…..
17 Nopember 2008 pada 12:03 am
khay
Memang utk mendapatkan ciuman dikening kadang harus berjuang. Tetap semangad cuy
17 Nopember 2008 pada 2:45 pm
mikekono
terkadang dicintai lbh enjoy
ketimbang mencintai…….
enjoy yourself bro
17 Nopember 2008 pada 8:50 pm
achoey
wah romantisnya sobat
17 Nopember 2008 pada 10:59 pm
Elys Welt
tetep smangat
18 Nopember 2008 pada 6:09 am
icalmahdi
ckckck… luar biasa nih ..!!!
berjuang karena Cinta..
mau yg lebih luar biasa.??
langsung lamar bung..!!! hehe…
18 Nopember 2008 pada 6:22 pm
kucingkeren
demi cinta..apapun dilakukan… semoga tetap langgeng
KIS
18 Nopember 2008 pada 8:52 pm
janu
Mirip…Fiyuh..
19 Nopember 2008 pada 9:56 pm
latree
i pray or you both, beneran…
20 Nopember 2008 pada 1:57 pm
Dunia Ely
keep silling
20 Nopember 2008 pada 9:28 pm
nataliapuspa
What a great love story …… mengharukan
Pasangan yg bisa bertahan dalam LDR emang patut saya acungi 4 jempol … karena haree genee susah sekali menemukan pasangan yg setia meski salah satunya tidak berada di sampingnya setiap saat …. SALUT
ayo … kapan saya bisa dapet kabar Happy ending-nya ^.^
20 Nopember 2008 pada 9:29 pm
nataliapuspa
KIS = Keep It Simple
21 Nopember 2008 pada 1:40 pm
Mas Koko
Tetap bertahan dan tetap semangat yak !
21 Nopember 2008 pada 9:34 pm
mpokb
mungkin ibu kos nggak enak sama pak rt, soale tamu 1×24 harus lapor..
yang sabar yak…
22 Nopember 2008 pada 1:45 pm
audy
selalu d…tulisannya menyentuh….
22 Nopember 2008 pada 11:11 pm
Denmasrul
Smile.. smile… smile…
24 Nopember 2008 pada 11:17 am
omiyan
kalo ngedapetinnya susah pas dapetnya…Uenak tenang…berjuanglah halah…..hehehe
24 Nopember 2008 pada 2:36 pm
yati
uhh…berat. tetap semangat, ya bos!
28 Nopember 2008 pada 10:29 am
s9s9female
……….cinta memang selalu mampu membuat kita tersenyum, sekalipun saat cinta itu terasa menyakitkan………….suatu saat dengan mengenangnya saja akan mampu membuat kita tersenyum…………(Tersenyum pedih kaleee…:)
25 Maret 2009 pada 4:09 pm
Irna plttae
Klw lg cinta bnget makan and tdur ga enak yg pasti pengenx slalu ingin ketemuan.