Tak ada yang istimewa sebenarnya di malam pergantian tahun, sama seperti malam-malam biasanya. Hanya saja lebih ramai, lebih hiruk pikuk, lebih banyak manusia yang keluar ke jalan untuk meramaikannya. Tradisi, manusia bumi memiliki tradisi merayakan tahun baru, masehi khususnya. Walaupun di Indonesia sendiri memiliki cukup banyak tahun baru. Selain masehi manusia Indonesia masih memiliki tahun baru Hijriyah yang juga baru saja dirayakan, tahun baru China, tahun baru Saka, dan tahun baru-tahun baru lainnya. Tapi hanya di tahun baru masehi inilah semua manusia baik yang ada di bumi maupun para kosmonot di luar angkasa merayakannya.

Sekali lagi tak ada yang istimewa sebenarnya, selain pada tanggal ini kalender berwarna merah. Sama seperti hari-hari yang lainnya. Tapi mengapa begitu dinanti, begitu diharapkan. Bahkan beberapa orang menggunakan moment ini untuk mengubah diri, mengubah perilaku, agar menjadi lebih baik. Apa tidak bisa dilakukan di lain hari? atau dilakukan dari dulu-dulu? Bukankah berubah untuk menjadi lebih baik jika dilakukan lebih cepat akan semakin baik? Namanya juga manusia, suka memberi batasan pada dirinya sendiri. “Harus begini pada saat ini. Ah, belum saat ini kok, jadi kalo begini tidak apa-apa” itulah manusia. Unik memang….

Walaupun pada akhirnya sama saja, semua keinginan di awal tahun kandas bahkan tandas di pertengahan tahun, dilupakan. Dan lagi-lagi pada akhir tahun mempersiapkan keinginan-keinginan baru yang akan dilakukan di tahun berikutnya. Begitu terus menerus, walaupun pasti ada satu-dua keinginan memperbaiki diri dilakukan sepenuh hati, satu-dua diantara banyak keinginan.

Trus tahun baru ke mana kis? Jalan-jalan ke Surabaya, ke BG Junction beli tas buat laptie, sama ke Taman Bungkul. Lihat keramaian, lihat kembang api, lihat remaja-remaja surabaya yang suka merusak motor dan telinganya sendiri dengan menggeber-geber ngegas sekenceng-kencengnya ditambah dengan knalpot yang diambil saringannya, bahkan tidak sedikit yang memodifikasi motornya dengan knalpot laksana corong. Terkadang berhenti di tengah jalan pakai gigi netral ngegas motor sampe pol. sampai saat ini saya belum paham apa yang mereka dapat dari itu semua. Padahal di akhir acara, banyak motor yang dituntun, tidak bisa jalan bahkan tidak bisa dinyalakan karena overheated, kepanasan akibat digeber-geber semalaman. tanpa knalpot lagi. saya cuma tersenyum saja, melihat mereka mendorong motor kesayangannya dalam keadaan rusak total.

Mungkin itu saja… Buat semuanya, selamat tahun baru masehi 2009. Semoga semua keinginan dan harapan di tahun ini bisa terwujud.