Desember pertengahan nyonya tercinta meminjamkan saya novel terbaru karya Andrea Hirata, digembar-gemborkan lebih bagus dari ketiga novel sebelumnya. Memang sudah cukup lama saya menantikan kehadiran novel ini. Dari bulan Desember kemarin, baru hari ini saya selesai membacanya. Memperjuangkan cinta sampai ke akar-akarnya, itu isi yang saya tangkap dari novel ini. Nyonya tercinta mengatakan kalo cerita Ikal cerminan kisah saya. Entahlah… Mungkin saja.
Maryamah Karpov

Review ini sama dengan review saya di goodreads dan di facebook, daripada saya tulis ulang jadi lebih baik saya kopipastekan saja.

Novel fiksi, itulah kesan saya terhadap novel ini setelah tuntas membacanya. Seri pertama, kedua, dan ketiga bolehlah dikatakan memori biografi, tapi tidak untuk seri keempat ini. Sangat fiksi dan berlebihan, itu menurut saya. Bahasa sekarangnya lebay. Gaya metafora seakan-akan tertutup oleh hiperbola. Ya, berlebihan. Sedikit kecewa memang, karena penantian yang cukup lama dan berharap klimaks yang luar biasa ditampilkan ternyata tidak seperti yang diharapkan. Sedikit hambar.

Tiga bintang dari lima, itu pun karena saya menyukai novel fiksi. Fiksi karena ada beberapa adegan yang ditulis terkadang tidak dapat masuk ke dalam akal sehat. Mungkin bisa orang menyebutnya “Keajaiban Cinta” tapi kembali ke alasan saya tadi, berlebihan. Tapi tetap salut kepada Andrea, kaena saya tahu, tidak mudah untuk menulis buku, tidak gampang mengangkat yang sudah tinggi untuk lebih tinggi lagi.