Desember pertengahan nyonya tercinta meminjamkan saya novel terbaru karya Andrea Hirata, digembar-gemborkan lebih bagus dari ketiga novel sebelumnya. Memang sudah cukup lama saya menantikan kehadiran novel ini. Dari bulan Desember kemarin, baru hari ini saya selesai membacanya. Memperjuangkan cinta sampai ke akar-akarnya, itu isi yang saya tangkap dari novel ini. Nyonya tercinta mengatakan kalo cerita Ikal cerminan kisah saya. Entahlah… Mungkin saja.

Review ini sama dengan review saya di goodreads dan di facebook, daripada saya tulis ulang jadi lebih baik saya kopipastekan saja.
Novel fiksi, itulah kesan saya terhadap novel ini setelah tuntas membacanya. Seri pertama, kedua, dan ketiga bolehlah dikatakan memori biografi, tapi tidak untuk seri keempat ini. Sangat fiksi dan berlebihan, itu menurut saya. Bahasa sekarangnya lebay. Gaya metafora seakan-akan tertutup oleh hiperbola. Ya, berlebihan. Sedikit kecewa memang, karena penantian yang cukup lama dan berharap klimaks yang luar biasa ditampilkan ternyata tidak seperti yang diharapkan. Sedikit hambar.
Tiga bintang dari lima, itu pun karena saya menyukai novel fiksi. Fiksi karena ada beberapa adegan yang ditulis terkadang tidak dapat masuk ke dalam akal sehat. Mungkin bisa orang menyebutnya “Keajaiban Cinta” tapi kembali ke alasan saya tadi, berlebihan. Tapi tetap salut kepada Andrea, kaena saya tahu, tidak mudah untuk menulis buku, tidak gampang mengangkat yang sudah tinggi untuk lebih tinggi lagi.






23 comments
Comments feed for this article
4 Januari 2009 pada 11:52 pm
eva
Ada yang tau ga, tokoh lintang itu beneran ada atau ga?
Sebenernya tetralogi laskar pelangi ini fiksi atau true story?
Hehe.. Ga nyambung ya?..
5 Januari 2009 pada 8:28 am
han han
bisa pinjam bukunya…..?
5 Januari 2009 pada 1:26 pm
itikkecil
saya tetep lebih suka sang pemimpi
5 Januari 2009 pada 3:06 pm
Odie
lom baca nih, referensinya bikin ragu…hehehe
tapi, ane mo baca dulu lah…
thanxs reviewnya
5 Januari 2009 pada 9:39 pm
EMULTY
Wah tolong ajari sy bgmn caranya sy bs suka baca novel..
ampe skrg keinginan baca novel lum…
Gmn tuh pak?
6 Januari 2009 pada 7:15 am
mercuryfalling
iya bener…kalo dah mentok, susah buat tinggi lagi
kalo kayak stock market, setelah bull market, pasti turun.
ngomong apa sih gue wakkakkakkak
jd penasaran ama novel2x si andre
6 Januari 2009 pada 10:57 am
nina
kis gimana kabarnya nyonya tercinta..??lama ngga ngobrol niy..
k-lo ceritanya fiksi dan hiperbola ..aku siy mendink baca komik yg memang fiksi dan hiperbola(^_^)
6 Januari 2009 pada 11:39 am
wi3nd
belum sempet baca neeh,la9e males baca sekaran9 hihih
6 Januari 2009 pada 1:35 pm
pandu
drpd baca…dicritain aja…ya..ya…
6 Januari 2009 pada 4:27 pm
escoret
sudah sekian blog yg bahas ini,dan aku belom ada ketertarikan untuk membaca buku itu..kekkek
*males baca novel…ga dong*
7 Januari 2009 pada 2:48 pm
thevemo™
saya gak suka….
Saya suka Komik,,jadi easy reading
7 Januari 2009 pada 5:49 pm
audy
suka banget ama cerita2 andrea hirata, cuman maryamah di awal2 cerita rada lamban, beda ama buku2 sebelumnya, tapi setelah itu, enak d… wah..keren donk mas kalo kayak ikal…..
7 Januari 2009 pada 9:37 pm
latree
masih lumayan kamu ngasih tiga, di reviewku, aku cuma ngasih dua. habis aku patah hati banget…
8 Januari 2009 pada 7:25 pm
Artha
wasik dapet novelnya, jadi kepingin
8 Januari 2009 pada 10:39 pm
nenyok
Salam
*sotoy ya
MUngkin itulah klimaks di atas klimaks
berlebihan dan hiperbolis jadi khas sebuah akhir tetralogi ini, jd penasaran ah lom baca euy
9 Januari 2009 pada 7:29 am
julian
pinjam bukunya dooooooong!!, eh gak jadi ah…..
9 Januari 2009 pada 7:31 am
rice2gold
wah sekarang lagi gak nafsu baca novel-novel
10 Januari 2009 pada 8:47 am
humorbendol
Setuju banget. Emang gak gampang mengangkat sesuatu yang sudah tinggi.
10 Januari 2009 pada 8:54 am
nono
nunggu pilemnya kira2 ada ga yah???
10 Januari 2009 pada 4:30 pm
Meidy
Wah, baca resnsinya mas kis kok nafsu bacanya jadi ilang ya..
beli buku yg lain aja dah..
10 Januari 2009 pada 9:31 pm
zee
saya udah ketinggalan. yg ketiga aja belum baca hehehee,…………
15 Januari 2009 pada 5:59 pm
Jiewa
Humm… aku berharap ada waktu untuk membaca novel.. I think I’ll wait for the movies…
16 Januari 2009 pada 9:53 am
uni
dari ke 4 novel tertralogi laskar pelangi, uni paling suka yg sang pemimpi…
klo yg maryamah uni agak kecewa ^_^