You are currently browsing the monthly archive for Maret 2009.
Pagi itu cuaca cukup cerah, tak tampak segenggam pun awan menghalangi sang surya. Saya sudah memesan segelas kopi susu hangat di Sawin. Warung belakang sekolah kami. Sebenarnya sudah lewat waktu dari kami harus masuk sekolah, tapi kemi memang berencana untuk membolos hari itu. Bolos masal, tercatat sekitar sebelas siswa.
“Itung Pit!” ujar Ryan sembari menggelar kartu domino sisanya yang ada di tangan ke atas meja.
Dulu friendster menjamur, banyak yang menggunakannya untuk saling berhubungan dengan sahabat-sahabat lama, tapi kian lama sepertinya kian ditinggalkan. Semenjak hadirnya Facebook di belantara internet dunia orang-orang sepertinya labih memilih ini untuk saling berkomunikasi dengan sesama kaumnya. Manusia adalah makhluk sosial, mungkin karena itu situs pertemanan seperti ini sangat digandrungi. Tak lengkap rasanya sehari tanpa melihat laman dengan icon berwarna biru dan huruf “f” putih di sisi kirinya. Read the rest of this entry »
bukan matahari enggan bersinar, bukan pula malas menyala terang, apalagi mati di angkasa luar
terkadang sang mega mungkin menghalangi, sang hujan datang tanpa henti, sedikit menyesakkan tapi tak menyurutkan matahari untuk berbagi dan berharap masih berarti
kini…
matahari meredupkan sinarnya agar sang bintang tak lagi temaram dan terlihat semakin benderang
mungkin memang sudah saatnya malam menjelang, langit gelap yang berperan dan matahari harus ke peraduan
matahari senja telah tiada
beristirahat…
untuk kembali menyinari
harapan di esok hari…
“selamat malam wahai bintang benderang”
Sebulan kemarin absen, tidak update blog. Maklum tuntutan perusahaan mengharuskan untuk ikut pelatihan pembinaan mental (Susbintal) di Malang. Total 36 siswa mengikuti kursus ini, dilatih oleh para TNI. Perwira maupun Bintara, digembleng untuk menjadi lebih berdisiplin. Segala sesuatunya diatur, dari mulai bangun, olah raga, apel, mandi, makan sampai tidur lagi pun diatur. Pada awalnya memang cukup sulit, mengingat pembinaan fisik yang lumayan berat, ditambah waktu tidur yang relatif kurang. Tapi lama kelamaan kamipun mulai terbiasa, walau harus mencuri-curi tidur di kelas pada saat jam pelajaran. Tapi itu manusiawi, jika pada saat pendidikan tidak mengantuk itu malah hal yang aneh. Kira-kira seperti itu yang dikatakan Danrindam saat memberikan pengarahan.
Read the rest of this entry »









Komentar Terkini