Sebulan kemarin absen, tidak update blog. Maklum tuntutan perusahaan mengharuskan untuk ikut pelatihan pembinaan mental (Susbintal) di Malang. Total 36 siswa mengikuti kursus ini, dilatih oleh para TNI. Perwira maupun Bintara, digembleng untuk menjadi lebih berdisiplin. Segala sesuatunya diatur, dari mulai bangun, olah raga, apel, mandi, makan sampai tidur lagi pun diatur. Pada awalnya memang cukup sulit, mengingat pembinaan fisik yang lumayan berat, ditambah waktu tidur yang relatif kurang. Tapi lama kelamaan kamipun mulai terbiasa, walau harus mencuri-curi tidur di kelas pada saat jam pelajaran. Tapi itu manusiawi, jika pada saat pendidikan tidak mengantuk itu malah hal yang aneh. Kira-kira seperti itu yang dikatakan Danrindam saat memberikan pengarahan.
Latihan PBB di siang hari bolong, latihan upacara, lari sebelum makan siang, bahkan jalan jongkok jika barisan kami tidak rapi kerap kami lakukan. Tapi itu semua bukan penyiksaan, kami dilatih untuk menjadi lebih kuat, lebih tegap. Kulit menjadi lebih hitam, rambut kami yang dicukur habis pun tak mampu menahan panasnya matahari. Perlengkapan lengkap mulai dari sepatu lars, PDL, kaos kaki, tas ransel, helm bodo, sampai senjata laras panjang pun harus kami sandang. Terkadang berlari melewati perkampungan, turun ke sungai untuk membersihkan diri, melintasi kuburan di malam hari, tidak menyurutkan semangat kami untuk terus mengikuti kursus tersebut.
Satu bulan lamanya, tidur menjadi suatu kemewahan. Sangat istimewa. Pukul 10 malam maksimal kami masih terjaga, 6 jam menuju pukul 4 pagi dimana kami diharuskan bangun untuk mengikuti senam pagi atau lari-lari mengitari lapangan upacara. Enam jam masih dikurangi jika kami kedapatan harus jaga malam hari, hal ini terjadi biasanya 2 hari sekali. Begitu bergembira jika nama kami tidak ada pada list yang diharuskan untuk jaga, atau nama kami berada pada urutan pertama yang berarti jaga pukul 22.00 atau mungkin pada urutan terakhir yang berarti jaga pada pukul 04.00 yang artinya waktu tidur tidak banyak mengganggu. Tapi apabila diharuskan untuk jaga pada jam selain itu, hampir bisa dipastikan esok harinya akan dihinggapi rasa kantuk yang luar biasa.
Banyak kejadian yang terjadi, banyak cerita tentang kami di sini. Mungkin akan saya bicarakan lagi lain kali. Yang pasti kejadian menarik buat kami. Dan yang paling istimewa adalah kesempatan menembakkan 21 butir peluru tajam ke sasaran dengan menggunakan senapan M16 A1, sensasinya luar biasa….







13 comments
Comments feed for this article
4 Maret 2009 pada 11:05 pm
Andy MSE
duh… pengalaman yang luarbiasa… sebulan nggak ada kesempatan ngeblog sungguh tidak sia-sia…
*cuman kurang gambarnya saja, hehehe*
5 Maret 2009 pada 9:44 am
depz
seruuu
5 Maret 2009 pada 10:15 am
Rian Xavier
keliatannya seru gitu
5 Maret 2009 pada 4:16 pm
fetro
Sanak, kok sampai seberat itu? kerja dimana sih?
5 Maret 2009 pada 6:11 pm
salikha satiena
Pantesan blognya nggak update2, kira’in dah nggak nge-blog lagi…kerjanya apa sich Kis?!
6 Maret 2009 pada 4:37 pm
wi3nd
wiiiiiww..
hehe
mantrab tuch..!
da lihai neeh nembakna sekaran9,bisa jadi sniper
12 Maret 2009 pada 11:20 am
edratna
Pelatihan seperti itu memang perlu, untuk mengembalikan disiplin, juga adanya tantangan atas hal diluar kehidupan sehari-hari
12 Maret 2009 pada 1:05 pm
itikkecil
fotonya mana???
13 Maret 2009 pada 5:36 pm
Rusa Bawean
jadi teringat waktu ikut Kepramukaan waktu SD
14 Maret 2009 pada 12:26 pm
mybenjeng
susbintal = susi sintal
salah ternyata…
14 Maret 2009 pada 10:26 pm
mahardhikadewi
Selamat datang kembali yah…
Terus berbagi…. ^_^
15 Maret 2009 pada 4:23 pm
emfajar
seru.. tapi kurang fotonya nih..
16 Maret 2009 pada 3:36 pm
bootingskoBlog
Pengalaman yang sangat luar biasa.