Pilihan Investasi Bijak

Sejak kecil kita dididik oleh orangtua dan atau guru untuk rajin menabung. Pertanyaan “keuntungan menabung di bank” pernah kita temui kala sekolah. Tak ada salahnya kita menabung, menyisihkan beberapa persen penghasilan kita untuk ditabung. Menyimpan dana cadangan kita di bank hingga jika ada suatu kejadian mendadak yang membutuhkan uang dengan segera dapat kita atasi. Tapi ketika dana cadangan itu kita rasa cukup, bahkan berlebih, harus dikemanakan kelebihan tersebut? Bunga bank sekitar 3% pertahun, tapi sadarkah kita bahwa inflasi bisa mencapai 7% pertahun bahkan lebih. Terlebih ketika ditemukan oleh hari-hari besar, atau melonjaknya harga bbm yang mengakibatkan daya beli masyarakat menurun. Secara tidak sadar rata-rata nilai uang kita jika hanya disimpan saja di bank bisa tergerus sampai 4% pertahunnya.

Lalu, bagaimana mengatasinya. Muncullah kata-kata investasi, ketika kebutuhan bulanan sudah tercukupi, kebutuhan mendatang dirasa sudah aman (dengan adanya dana cadangan) jika masih terdapat sisa uang, maka dianjurkan orang tersebut untuk berinvestasi. Berbagai cara orang berinvestasi. Bisa dengan membeli property (rumah), membeli emas / logam mulia, membuka usaha (bisnis), bermain saham, atau dengan membeli reksadana.

Semakin tinggi risiko, semakin besar hasil yang didapat. Investasi seperti itu, dalam bisnis misalnya. Hasil yang kita dapat bisa sangat tinggi, namun ketika mengalami kerugian juga bisa menghabiskan. Untuk emas / logam mulia mungkin hasil yang di dapat tidak terlalu besar, namun emas bebas dari inflasi. Jadi kenaikan harga emas lebih disebabkan karena menurunnya nilai mata uang.

Reksadana juga menjadi salah satu pilihan investasi. Berbagai pilihan reksadana membuat produk investasi ini bersifat lebih fleksibel. RD pendapatan tetap misalnya, bagi orang yang menginginkan investasi jangka pendek bisa menggunakan produk ini, selain relatif lebih aman hasil yang didapatpun sedikit lebih tinggi dari deposito. Bagi yang ingin berinvestasi jangka panjang, bisa memilih RD saham, memang jenis RD ini tidak cocok untuk jangka pendek karena kondisi saham yang sering naik turun. Tapi secara jangka panjang menghasilkan return yang lebih tinggi dibandingkan jenis RD lainnya.

Saya sendiri? Sebenarnya baru hendak akan mencoba produk ini. Ada yang bilang: “jangan menaruh telur hanya dalam satu keranjang” maksudnya investasi yang notabene mengandung risiko “keranjangnya jatuh” buatlah berbeda-beda. Investasi saya? Untuk saat ini saya sudah membeli rumah (walau cicilan) dan menyimpan LM (walau tak banyak). Selanjutnya saya ingin mencoba produk reksadana ini sebagai “keranjang” investasi saya yang lainnya. Selain itu juga menikah.

Menikah adalah investasi HIGH RISK, HIGH RETURN!!!

Iklan
Categories: Essay | Tag: , | 5 Komentar

Navigasi pos

5 thoughts on “Pilihan Investasi Bijak

  1. Saat membaca Artikel dan Tipsnya yang benar benar menarik. Jadi ingin mencoba. Salam sukses selalu

  2. Saat membaca Artikel dan Tipsnya yang benar benar menarik. Jadi ingin mencoba. Salam sukses selalu

  3. Saran yang bagus. Mungkin sebagian dari kita juga sudah mempraktekkannya. Makasih infonya

  4. sophia

    terima kasih postingan yang bermanfaat dan menarik untuk disimak jaket kulit pria

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: